Pages

Tuesday, November 16, 2010

Wisata PraSejarah Gua Leang-Leang

Melanjutkan tulisan Saya sebelumnya mengenai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung… Ada objek wisata prasejarah yang lokasinya tidak terlalu jauh bernama Taman Wisata Prasejarah Goa Leang Leang. Dari jalan lurus menuju ke lokasi Taman Nasional Bantimurung, perhatikan jalan sebelah kiri anda… diseberang sungai tersebut akan ada sebuah jembatan dengan gerbang bertuliskan Gua Leang Leang, ikuti jalan tersebut dan kurang dari 30 menit Anda akan sampai di Taman Wisata Prasejarah Gua Leang Leang…

Monday, November 1, 2010

Pemandian Alam Panampu


Bermodalkan informasi kalau ada pemandian alam di daerah Panampu – Maros, Saya dan seorang teman mencoba peruntungan dengan mencari lokasi tempat pemandian tersebut. Kami berdua berangkat menuju ke daerah lokasi pabrik semen Bosowa di Maros … Di daerah ini, kami bertanya beberapa kali ke masyarakat sekitar mengenai keberadaan lokasi pemandian, beberapa kali bertanya ternyata sebagian besar tidak mengetahui atau belum pernah mendengar tempat pemandian ini. Melihat ada gerombolan anak SD yang baru pulang bersekolah, kami mencoba bertanya dan ternyata mereka mengetahui lokasinya… petunjuk arah lurus, ke kanan dan ke kiri menjadi instruksi anak-anak SD yang harus kami ikuti. Sesampainya di sebuah perkampungan, kami bertanya kembali dan ternyata kampung tersebut merupakan pintu masuk ke dalam pemandian alam Panampu.

Sunday, October 31, 2010

10 April 2009, Catatan perjalanan Dataran Tinggi Malino – SulSel


Hari Kamis, 9 April 2009 menjadi hari Pemilihan Umum untuk anggota DPR RI… Waktu itu Saya ikut mencoblos di Makassar karena ikut di data walaupun sebenarnya hak pilih ada di Kota Bekasi. Berhubung besok adalah hari libur nasional wafatnya Isa Almasih, terlintas rencana untuk traveling ke Dataran Tinggi Malino… Calling konco-konco qu, akhirnya terkumpul 6 orang untuk ikut perjalanan ke sana.

Alhamdulilah, Jum’at pagi ini terlihat cuacanya cerah dan jam 8 pagi kita semua sudah bisa berangkat padahal kmarin sempat turun hujan. Malino merupakan sebuah kota kecil di Sulawesi Selatan yang terletak di Tinggimoncong, kabupaten Gowa dengan waktu tempuh dari kota Makassar hampir 3 jam menggunakan sepeda motor. Medan yang ditempuh tidak mudah pada waktu itu, ketika memasuki daerah Gowa dan daerah Bendungan Bili-Bili banyak jalanan yang kondisinya rusak parah seperti kubangan lumpur karena selalu di lewati truk pembawa batu dan pasir, tetapi saat ini sebagian besar jalan sudah diperbaiki dan kondisinya sudah lebih baik.

Monday, October 25, 2010

Taman Nasional Air Terjun Bantimurung Bulusaraung

Saya sudah lupa berapa kali berkunjung ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, mungkin hampir 10 kali semenjak pertama kali ke Makassar di tahun 2007 hingga tahun 2010. Pertama kali di ajak oleh seorang teman tapi belakangan malah Saya yang mengajak teman yang datang ke Makassar untuk mengunjungi Bantimurung karena Saya pikir kalau datang ke Makassar sayang sekali kalau tidak menyempatkan untuk melihat Air Terjun Bantimurung. 

Waktu tempuh dari kota Makassar ke Bantimurung kurang dari 1 jam perjalanan, cukup ikuti jalan poros Makassar – Maros hingga lampu merah di depan Masjid Almarkas Maros dan ambil jalan sebelah kanan di persimpangan jalan tersebut. Selepas persimpangan lampu merah Masjid Almarkas, kita akan melewati jalan lurus yang di sebelah kanan kirinya terhampar persawahan dengan background pegunungan batu kartz maros yang indah, tapi sayang... ada satu titik cacat dari deretan pegunungan kartz yang indah itu karena adanya penambangan batu marmer yang jelas terlihat dari kejauhan. Di ujung jalan tersebut, Kita akan di sambut oleh patung Kupu-Kupu raksasa berwarna biru hitam dan patung monyet hitam raksasa (macaca maura), pada awalnya warna patung kupu-kupu tersebut adalah kuning hitam tetapi karena hujan angin yang kuat patung tersebut rusak parah… Akhirnya di tahun 2009 patung tersebut di renovasi kembali seperti yang dapat terlihat pada saat ini.

Friday, October 22, 2010

Air Terjun Parangloe / Air Terjun Bantimurung 2

Kesempatan kali ini merupakan kali ke dua bagi Saya untuk datang mengunjungi air terjun yang luar biasa ini, dimana sebelumnya pada bulan Desember 2009 Saya datang bersama beberapa teman memberanikan diri datang walaupun waktu itu cuaca sedang turun hujan di daerah Makassar.

Pada kesempatan pertama, kesan yang saya dapatkan ketika pertama kali melihat air terjun ini adalah tempat yang berbahaya, karena saat Saya datang, di sekitar wilayah Sulawesi Selatan sedang hujan sehingga debit air di Air Terjun ini sedang melimpah. Dan memang, di tempat ini pernah terjadi kecelakaan dimana ada Mahasiswa hanyut terkena air bah yang datang secara tiba-tiba. Pada kesempatan kedua, Saya datang kembali mengunjung Air Terjun ini pada hari-hari akhir di bulan Februari 2010. Cuaca saat itu cukup cerah dengan beberapa gumpalan awan terlihat meneduhkan perjalanan Saya dan ketika tiba di tempat tujuan dan untuk ke dua kalinya Saya melihat Air Terjun Parangloe, wajah asli Air Terjun ini nampak terlihat. Deburan air yang gemuruh, jernih air yang mengalir, sejuknya suasana, segarnya udara, indahnya pemandangan, langsung dapat Saya lihat dan rasakan. Untuk di wilayah Sulawesi Selatan, mungkin Air Terjun Parangloe merupakan Air Terjun terindah karena memiliki air terjun yang bertingkat, susuan batu yang menarik dan airnya yang jernih. Tempat ini masih sangat asri, masih jarang orang yang datang berkunjung dan akses untuk menuju tempat ini masih cukup sulit karena kita harus menuruni jalan setapak yang lebih mirip sebagai jalur air hujan dengan tingkat kemiringan 30 s.d 45 derajat.