

Ketika sampai di post tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuruni tangga melewati perkebunan cengkeh dan pepohonan yang rindang selama ± 20 menit hingga sampai di sebuah tanah datar yang terdapat sebuah pohon besar dan di tempat ini anda mungkin akan menemui pengunjung yang camping. Dari tempat ini perjalanan yang sebenarnya akan dimulai, sebuah jalan yang lebih mirip jalur air hujan yang sangat curam akan menjadi jalan yang akan anda tempuh hingga mencapai bibir sungai di dasar lembah. Tingkat kemiringan di jalur ini bisa mencapai 70° lebih, sehingga anda harus sangat berhati-hati melewatinya, penduduk di sekitar Tinoor yang sering berkunjung ke tempat ini menuturkan bahwa jalan tersebut tidak bisa dilewati hanya dengan 2 kaki tetapi harus dengan 4 kaki dalam artian kedua tangan anda juga akan difungsikan sebagai kaki untuk melewati jalur ini.
Sesampainya pada bibir sungai, tepat di sebelah kiri terdapat sebuah air terjun yang bernama Regesan. Dengan menikmati air terjun ini, sedikit rasa lelah anda akan terobati untuk melanjutkan lagi perjalanan menuju Air Terjun Tekaan Telu yang masih harus di tempuh sekitar 20 menit melewati jalur aliran sungai. Tempat ini masih sangat asri sehingga belum ada infrastruktur pendukung perjalanan ke tempat tujuan sehingga anda harus menyiapkan diri untuk berbasah-basahan melewati sungai dengan air yang cukup dingin.
Selama mengarungi sungai tersebut, mata anda akan di sejukkan dengan tebing tinggi nan kokoh di sebelah kanan-kiri dengan beberapa air terjun kecil dan rembesan air yang jatuh ke sungai, sangat indah sekali. sesampainya pada hulu sungai, anda akan melihat 4 buah air terjun dengan 1 air terjun terbesar di sebelah kanan. Di sinilah akhir perjalanan anda, sebuah karya alam bernama Air Terjun Tekaan Telu berada di hadapan anda dengan suara deburan air yang dijatuhkan dari ketinggian lebih dari 40 meter.
November 2009
0 comments:
Post a Comment